Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bimtek Sistim Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP)

Sungai Raya - Pemerintah Kubu Raya Kalimantan Barat mengadakan bimbingan teknis (BIMTEK) di Ruangan Media Center mengenai Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) sebagai upaya untuk mendukung e-Tendering bagi petugas administrasi dan Kepala Dinas sebagai penaggung jawab anggaran. (Rabu, 14/3)

Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Odang Prasetyo mengakatan kegiatan ini dalam rangka evaluasi serta pemberian informasiyang berkaitan dengan pengimputan data lelang dan perencanaan pengadaan barang dan jasa.

“Untuk itu kita lakukan bimtek untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memadai serta menghindari kesalahan dalam melakukan penginputan data, melihat data SIRUP tahun 2017 masih ada SKPD sama sekali belum menuangkan Anggarannya ke dalam Aplikasi tersebut”, Ungkapnya.

Odang mengharapkan setelah bimtek ini para admin dari pengguna anggaran sudah mengerti untuk segera melakukan penginputan data anggaran kedalam aplikasi SIRUP , Hal ini sepadan dengan Perpres no. 54 tahun 2010 yang dimana mengamanahkan agar pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum PEngadaan Barang/jasa secara terbuka kepada masyarakat. Ungkapnya.
(MC.Kubu Raya/Yi)

Bupati Kubu Raya Meresmikan Pamsimas di Sungai Kupah

Sungai Raya- Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu raya membangun program Nasional Penyediaan Air Minum Sanitasi berbasis Masyarakat (Memsimas) dari Pemerintah Kubu Raya bertujuan untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi yang baik bagi masyarakat miskinperdesaan kuhsusnya yang tinggal di desa tertinggal dan masyarakat pinggiran kota.

Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Kubu Raya Rusman Ali di Desa Sungai Kupah Kecamantan Sungai kakap dan juga di hadiri oleh Camat Sungai Kakap, Kades Sungai Kupah, Ketua PKK Kabupaten Kubu Raya dan pejabat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Dengan di bangunnya sarana air minum sanitasi berbasis masyarakat ini salah satunya bertujuan untuk menigkatkan prakrik hidup bersih dan sehat, Kami harapkan agar masyarakat bersama-sama membantu menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang sudah tersedia ini" Ungkap Bupati Kubu Raya saat meresmikan Pembangunan Sarana Air Minum sanitasi Berbasis Masyarakat di Desa Sungai Kupah, (Senin, 5/3).

Kepala Desa Sungai Kupah Sabri M Ali mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah dan Pamsimas Provinsi Kalimantan Barat selaku koordinator dalam mewujudkan dan memfasilitasi pembangunan sarana air bersih dan sanitasi yang baik di desanya.
MC/Kubu Raya/Yi)

Lomba Desa Di Sungai Kupah


Sungai Raya – Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap menjadi tuan rumah pembukaan sekaligus dikunjungi tim penilai dalam lomba desa tingkat Kabupaten Kubu Raya 2018, kegiatan tersebut di pusatkan pada halaman Kantor Desa Sungai Kupah yang hadiri oleh Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, Ketua PKK Kubu Raya, Tim Penilai Lomba Desa, Camat Sungai Kakap serta hadir pula sejumlah kepala Desa di Kabupaten Kubu Raya, Senin (5/3),

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sungai Kupah, Sabri juga meresmikan Pondok Informasi serta fasilitas air bersih Pemsimas Desa Sungai Kupah atau yang diberi nama Arkupah, dan dalam waktu dekat juga akan menggelar festifal Telok Bediri pada  tanggal 21-23 Maret mendatang.

Sementara Camat Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Tugiono menyarankan agar penentuan urut lomba desa kedepan melalui proses undian, dalam Lomba Desa tingkat Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Sungai Kakap menjadi urutan 1 dan waktu yang tersedia dalam persiapan cukup singka.
(MC.Kubu Raya/Yi)

Komoditas Unggulan Desa Korek Kecamatan Sungai Ambawang

Sungai Raya - Desa Korek Kecamatan Sungai Ambawang merupakan satu diantara desa dengan keunggulan komoditas karet cukup memadai.

Namun sayangnya, komoditas yang menjadi andalan sebagai mata pencarian masyarakat itu sendiri, saat ini harganya kian menurun sehingga terjadi ketimpangan antaran kebutuhan mereka dengan pendapatannya.

Seorang petani karet di Desa Korek, Sahroji mengatakan karet sendiri menjadi mata pencarian utama keluarganya secara turun-temurun.

Ketika harga karet anjlok imbasnya terhadap pendapatannya bersama keluarga, karena harganya saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

“Harga karet saat ini hanya berkisar Rp 6 ribu lebih satu kilonya. Jadi ini sangat tidak sesuai sekali dengan kebutuhan kita. Saya harap pemerintah bisa meningkatkan harga karet mengingat kebutuhan sehari-hari dewasa ini dirasakan cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (27/2/2018).

Sahroji sendiri merupakan satu diantara petani karet yang mengalami dampak dari tuturnya harga karet di Desa Korek Kecamatan Sungai Ambawang.Dimana 75 persen dari penduduk Desa Korek berkebun dan 25 persennya campuran ada yang dagang, petani, PNS dan lain-lain.

Adapun kisaran jumlah penduduk tahun 2016/2017 mencapai 3700 jiwa. Diperkirakan sebanyak 2500 Ha terdapat berbagai komoditi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Kalau disini ini, masyarakat kebanyakan memang petani. Khususnya sebagai petani karet, makanya kalau harga karet tidak naik, kita semua jadi susah,” ucapnya.

Kepala Desa Korek H. Munari mengatakan letak geografis desanya sangat strategis sekali karena berada pada lintasan Jalan Trans Kalimantan menghubungkan antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kubu Raya, sehingga dari berbagai akses dapat dikatakan mudah terjangkau.

“Dengan komoditi unggulan kita ini, karet dan lada sebenarnya sangat mendukung masyarakat dalam segi perekonomian. Namun memang persoalannya dari masalah harga sendiri. Karena ini semuanya tergantung pasar sendiri,” ungkapnya.

Dari pemerintahan desa, untuk pelayanan pihaknya selalu mengutamakan pelayanan terbaik. Seluruh petugas desa akan stanby tepat waktu pada pagi hari sekitar pukul 7.30 WIB.

“Dalam memberikan pelayanan kami selalu mengutamakan dengan cara datang tepat waktu sesuai harapan dari masyarakat. Kita sebagai pelayan warga untuk memberikan pelayanan terbaik pada warga,” tuturnya.

Untuk itulah ia juga meminta kepada pemerintah agar bisa terus memberikan perhatian, terutama terhadap potensi desa dengan komoditi unggulan yang ada.

“Semoga saja nantinya komoditi yang ada di Desa Korek ini bisa semakin meningkatkan perekonomian masyarakat lebih baik lagi,” pungkas Kades.

Sumber : http://www.kuburayaonline.com

Kubu Raya membentuk Tim Subpenyalur BBM bersubsidi

Sungai Raya – Kepala Dinas Perdagangan, Koprasi Usaha Mikro dan Perindustrian Kubu Raya Nora Sari Arani mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk tim Subpenyalur BBM bersubsidi untuk daerah terpencil.

“Dalam penyaluran BBM bersubsidi tersbut saya berharap taat pada HET yang telah disepakati. Jika harga dijual tidak sesuai HET maka bisa ditangkap oleh aparat dan dipidanakan”, Ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro dan Perindustria, Nora Sari Arani, (Selasa 20/2).

Pembentukan tim penyalur BBM bersubsidi ini dilakukan secara bertahap dan untuk semntara ini yang kami terapkan yakni untuk penyaluran BBM di Desa batu Ampar, Desa Padang Tikar I dan Padang Tikar II.

Nora juga mengakui selama ini BBM bersubsidi yang disalurkan ke daerah terpencil sarat dengan penyimpangan harga yang terlampau tinggi, untuk menghapuskan praktik ini maka dibentuk tim penyalur beserta kapal angkutnya oleh pemerintah, Ungkapnya
(MC.Kubu Raya/Yi).

Kubu Raya Fokus Membangun Sentra Ekonomi

Sungai Raya – Wakil Bupati Kubu Raya mengatakan Pemerintah Kubu Raya terus fokus membanguan sentra ekonomi kerakyatan untuk mempercepat pembangunan, dan juga berkomitmen menyelesaikan persoalan  infrastruktur di Kubu Raya, dimana sejak awal pemerintahannya bersama Rusman Ali, berusaha untuk menuntaskan program tersebut.

“Selain fokus membanguan sentra prekonomian Kubu Raya berupaya menuntaskan pembangunan infrastruktur penghubung antar desa dengan desa dan antar desa dengan kecamatan maupun kecamatan dengan ibukota”,ungkap Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus di Sungai Raya, (Jumat 9/2).

Pada tahun 2018 pembangunan infrastruktur pemerintah mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh wilayah masing-masing.

“Untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak agar pembagnunan benar-benar terarah dan dapat dirasakan oleh masyarakat, karena pentingnya perencanaan pembangunan partisipasi aktif masyarakat”, ungkapnya.
(MC/Kubu Raya/Yi)

Persiapan UNBK SMP Kabupaten Kubu Raya

Sungai Raya – Pemkab Kubu Raya dan DPRD Kubu Raya memberikan perhatian serius dalam menyikapi kendala-kendala dalam pelaksanaanUjian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) agar seluruh sekolah di kabupaten dapat ikut melaksanakannya.

“Kami mendukung program ini supaya ada pemerataan di semua sekolah setidaknya 20 persen untuk pengadaan perangkat-perangkat penunjang UNBK”, Ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Kubu Raya, JokoTriono, (Senin,5/2).

Ditempat yang berbeda Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Firdaus Alqadrie mengatakan Pemerintah sudah merancangkan paling tidak 70 persen sekolah di tingkat SMP sudah harus melaksanakan UNBK tetapi belum bisa tercapai karena masih terdapat sejumlah persoalan.

Untuk di Kubu Raya sendiri setingkat SMP sejumlah 222 dan hanya 17 sekolah yang dinyatakan siap mengikuti UNBK, ketersediaan perangkat komputer dan jaringan internet yang belum mempuni dan terbatasnya pasokan listrik.

“Bulan lalu ada bantuan dari kementrian berupa perangkat komputer satu sekolah bias mencapai 20 komputer tapi itu masih jauh dari cukupdan belum menjangkau semua sekolah baru satu atau doa sekolah saja”, Ungkapnya.

Untuk ujiannya sendiri akan menggunakan moda online dan offline jadi saat transfer soal dari pusat itu online tetapi pada saat pengerjaannya masih menggunakan LAN (Local Area Network) dan saat mengirimkan jawabannya itu harus online lagi.

Target yang ditetapkan pemerintah sebesar 70 persen masih kurang realistis kecuali pusat terlebih dulu menyiapkan perangkat perangkat penunjang baru kemudian mengulir programnya, Ungkapnya.
(MC.Kubu Raya/Yi)