Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Inspeksi Mendadak Penjualan Daging dan Telur

KUBU RAYA - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya berencana akan terus meningkatkan pengawasan di sejumlah pasar tradisional Kubu Raya untuk menjaga keamanan hingga kualitas komoditas pangan seperti daging sapi, daging ayam, dan telur di pasar.

     Untuk memantau harga di pasar, kami melakukan pantauan secara langsung di pasar. Selain harga kami juga pantau kualitas daging sapi, ayam dan telur. Jangan sampai ada daging sapi oplosan daging celeng atau ayam tiren yang dijual dipasar, kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Mulyadi.(Selasa, 22/7/2014)  

      "Jadi sidak yang akan dilakukan itu tak hanya di pasar tradisional saja, tetapi pihak kita akan memantau langsung di tempat pemotongan. Di sana kita akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dipotong. Jika ditemukan hewan itu dalam kondisi
tidak sehat maka kita minta untuk tidak dipasarkan," terangnya.

      Menurutnya melalui Tim yang dibentuk nantinya akan terus melakukan pemantauan. Jika ada yang ketahuan menjual daging sapi yang tidak sehat atau gelonggongan dan atau ayam yang sudah busuk akan diberikan sanksi.

     "Untuk memberikan keamanan bagi konsumen dalam mengkonsumsi daging sejak awal kita selalu imbau dan kita ingatkan pedagang agar bisa menjual dan memasarkan barang-barang yang berkualitas dan sehat termasuk daging," paparnya.

     Mulyadi dimengharapkan, pada tahun ini tidak ditemukanya daging yang tak layak konsumsi, seperti daging gelonggongan, daging bangkai, daging formalin, hingga pemalsuan daging.

     "Dari tahun ke tahun itu belum pernah ada kita temukan daging tak layak konsumsi dijual di pasar Kubu Raya . Walaupun begitu, saya tetap berharap konsumen bisa selalu waspada untuk memantau kondisi penjualan daging di pasar. (MC. Kubu Raya/Wulan)

Pencairan Gaji 13

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan akan mengupayakan pencairan gaji bulan Agustus sebelum lebaran bagi PNS di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. 

     “Untuk gaji bulan Agustus akan kita upayakan juga bisa cair sebelum lebaran namun kita masih menunggu kebijakan dari kementerian apakah masih diproses belum atau setelah lebaran,” ucapnya.

     Namun Selasa ia mendapat kabar bahwa semua PNS di Kubu Raya sudah mendapatkan tunjangan dan gaji 13 yang besarannya sesuai dengan pangkat dan jabatan dari PNS tersebut, insya Allah kita akan membayarkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pada prinsipnya sebelum lebaran tunjangan gaji 13 sudah akan kita bayarkan, ujarnya. Senin (21/7/2014)

     Dikatakan Yusran Anizam saat akan mencairkan gaji 13 pihaknya sempat mendapatkan kendala lantaran kelengkapan administrasi serta kendala-kendala lainnya. “Sempat memang ada kendala tapi semuanya sudah bisa kita atasi dan kelengkapan administrasi juga telah kita penuhi. Hari ini semua gaji 13 PNS sudah bisa dibagikan,”ucapnya.

    Sebelumnya sejumlah PNS di Kubu Raya banyak yang khawatir jika pencairan gaji 13 tidak dibayarkan sebelum lebaran seperti di salah satu pegawai negeri Kubu Raya. “Sekarang kan jelang lebaran tentunya kita sangat perlu apalagi saat ini namanya tunjangan dan saya berharap semoga semua bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tuturnya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Tujuh SKPD Kubu Raya Dirombak

KUBU RAYA - Tujuh SKPD Pemkab Kubu Raya akan mengalami perombakan diantaranya Sat Pol PP, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Inspektorat, Disbudparpora dan serta DPPKAD.

     Menurut Kabag Organisasi Setda Pemkab Kubu Raya, Iskandar perombakan itu mengikuti Peraturan Pemerintah yang telah terbit. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan menteri Dalam Negeri. Dan sebenarnya ini sudah dibahas pada pemerintahan yang lalu namun ditunda dan sekarang kembali dilanjutkan, ucapnya.(Selasa, 22/7/2014)

     Ia sebutkan, ini bukan lah perubahan SKPD, akan tetapi merupakan sebuah penyesuaian SKPD terhadap peraturan dan perundang-undangan yang telah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah. Seperti di Satpol PP menyesuaikan PP Nomor 6 Tahun 2010. Dan sesuai dengan Pasal 36 dimana didalamnya memasukan fungsi Linmas. Sehingga Linmas yang ada di Kesbangpolinmas tidak ada lagi.

      Sementara Inspektorat diminta untuk menyesuaikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2007. Berdasarkan peraturan itu pun inspektorat diminta segera menghapus ispektur pembantu yakni eselon IV.

      "Jadi eselon IV nantinya akan menjadi pejabat fungsional yaitu, jabatan pengawasan pemerintahan daerah. Untuk di Kubu Raya sudah dilaksanakan namun perdanya belum dibuat," terangnya.

     Selain itu, Dinas Pendidikan nantinya akan menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Bidang Kebudayaan yang ada di Disbudparpora akan hilang.

     "Dengan adanya bidang kebudayaan di dalam Dinas Pendidikan itu, maka kebudayaan di Disparpora menjadi satu dengan Dinas Pendidikan,' jelasnya.

     Sedangkan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana menjadi Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

     Sementara untuk dinas DPPKAD akan dipecah menjadi dua yakni Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah. Dipecahnya Dinas ini untuk menghindari bentrok sistem kerja.

    Saat ini penyesuaian tujuh SKPD tersebut telah diusulkan eksekutif
kepada legisaltif untuk dibahas. Dan DPRD sendiri telah membentuk pansus untuk menggodok perdanya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Disperindag Menemukan Barang Yang Tidak Layak Konsumsi

Kubu Raya – Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kubu Raya menemukan barang-barang yang tidak layak komsumsi masyarakat.

      Menurut Kepala Disperindag Kubu Raya, TH.C Leydianto pihaknya sudah bekerja sama dengan instansi yang terkait yaitu Balai Besar POM dan Dinas-Dinas lainnya. “Kita juga menemukan sejumlah barang yang di pajang telah rusak dan kadaluasa serta tidak ada label SNI. Ujarnya kemarin.(Senin,22/7/14)

      Sementara Anggota Komisi B DPRD Kubu raya, Heni Maryanti, ST meminta pengusaha retail untuk memperhatikan hak-hak konsumen dengan tidak menjual barang-barang yang menyalahi aturan. Ia pun mengingatkan kepada Disperindag untuk tetap mengawasi toko-toko maupun minimarket yang menjual barang tersebut.

    Heni Maryati, ST berkata jika masyarakat mengkonsumsi barang-barang kadaluasa atau rusak maka dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan di kemudian hari. lebih baik mencegah dari pada menyesal di kemudian hari.(MC.Kubu Raya/ydi)

Dunia Usaha Tetap menjaga Kekompakannya

KUBU RAYA - Panglimda Kodam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ibrahim Saleh berharap dunia usaha tetap menjaga kekompakan. Dengan kekompakan maka apa pun permasalahan akan dapat teratasi. 

     Hal itu ditegaskan Pangdam disela buka puasa bersama dengan jajaran pengurus Kadin Kubu Raya dan keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Kubu Raya, tadi malam di Sui Raya Dalam. Melalui buka bersama ini, moment yang tepat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan , katanya.

     Disamping itu menjadi ajang silaturahmi untuk saling mensyukuri satu sama lain dan menjalin komunikasi antar sesama anggota dan pengurus serta elemen masyarakat lainnya. 

     “Karena sesungguhnya jika bersatu padu maka akan menjadi satu kekuatan. Begitu pula dengan dunia usaha akan sangat bagus sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik dan kuat bagi daerah dan bangsa,” pesan pangdam.

     Buka puasa bersama tadi malam, selain dihadiri sejumlah pengurus Kadin juga pengurus KKSS Kubu Raya serta para tokoh masyarakat Desa Sui Raya Dalam. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kubu Raya, H. Burhan terima kasih dengan kehadiran Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Ibrahim Saleh.

     Berkaitan dengan dunia usaha, H. Burhan menyebutkan bahwa dunia usaha akan menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2015 mendatang. 

      “Kita tidak ingin menjadi penonton akan tetapi bagaimana kita harus menjadi pemain yang dapat menghidupkan dunia usaha kecil untuk mendongkrak perekonomian daerah,” tuturnya.

      Kadin berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan kepada dunia usaha terutama UMKM untuk mengembangkan usaha kecilnya. “Sehingga mereka nantinya tidak hanya sekedar penonton di negeri sendiri akan tetapi menjadi pemain untuk menghasilkan produk-produk berkualitas yang memiliki daya saing menghadapi produk luar,” harapnya.

     Untuk itu berbagai kendala seperti infrastruktur maupun sarana dan prasarana lainnya hendaknya menjadi perhatian pemerintah dalam membuka akses dunia usaha sehingga tidak terhambat.(MC. Kubu Raya/Wulan)        

Ribuan Pohon Kelapa Mengalami Kerusakan Karna Di serang Kumbang Tanduk

KUBU RAYA - Ribuan pohon kelapa dalam milik warga Desa Dabong, Mengkalang Jambu dan Mengkalang Buntung di Kecamatan Kubu diserang hama kumbang. Akibatnya, tanaman kelapa dalam milik warga mati dan tidak bisa lagi menghasilkan.
      "Diperkirakan ada sekitar 30 hektar di Desa Dabong yang diserang hama kumbang tanduk ini dengan jumlah pohon kelapa lebih dari seribu pohon. Belum termasuk di Desa Mengkalang Jambu dan Mengkalang Buntung," ungkapnya. 
      Menurut dia, kejadian ini terjadi sejak tahun 20I0 dimulainya pembukaan lahan perkebunan milik sebuah perusahaan yang beroperasi di sekitar desa. Sejak saat itu hingga sekarang, masyarakat sudah tidak lagi memiliki tanaman pohon kelapa. 
      Ironisnya, masyarakat terpaksa harus membeli jika membutuhkan kelapa, "Padahal dulunya, kita di sini terkenal sebagai penghasil kelapa dalam dengan kualitas bagus. Tapi sekarang hanya tinggal cerita saja," tuturnya. 
      Anggota Komisi B DPRD Kubu Raya, Sahruddin menyayangkan kejadian tersebut. Ia berharap hendaknya ada kepedulian dari dinas terkait untuk mengatasi pennasalahan itu. "Kita berharap pemerintah segera turun ke lapangan dan melakukan riset. Kalau memang ini akibat dampak dari pembukaan lahan sawit maka hendaknya pihak perusahaan ikut bertanggungjawab melalui program CSR nya," tegas dia.
      Menurut dia harus ada solusi yang diberikan baik oleh pihak perusahaan maupun Pemkab Kubu Raya melalui dinas terkait. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut maka dikhawatirkan akan menjadi berdampak pada kehidupan sosial di masyarakat.
      Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menegaskan jika pihak perusahaan tidak mau memperhatikan masyarakat sekitar maka operasionalnya ditutup. "Kalau memang tidak mau memperhatikan masyarakat sekitar lebih baik tutup saja. Cabut IUP nya, stopkan operasional kegiatannya. Jangan mau mencari untung saja sementara keluhan masyarakat sekitar tidak dipedulikan," tegasnya. 
      Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan meminta dokumen amdal apakah benar-benar sudah dijalankan atau belum. "Bukan kita tidak mendukung investasi. Akan tetapi kalau tidak serius dan justru merugikan daerah dan masyarakat kenapa harus dipertahankan," katanya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Beberapa Bulan Terakhir Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Kubu Raya (Infopublik) – Beberapa bulan terakhir sejumlah petani didaerah Kabupaten Kubu Raya mengeluh karna sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dari daerah setempat, ungkap Paiman, petani di daerah Desa Kuala Dua (Minggu,20/7/14)

    Kalau tidak bisa mendapatkan pupuksesuai dengan kebutuhan, kemungkinan hasil panen tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bahkan bisa menurun”,ungkapnya.

     “Biasanya pemerintah daerah juga mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk petani lokal. Namun karna sulit mendapatkan pupuk bersubsidi seperti beberapa bulan terakhir ini, membuat saya dan sejumlah petani lainnya terpaksa membeli pupuk non subsidi”, ujarnya.

    Menanggapi keluhan petani yang mengaku sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Hasrul mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selalu mengupayakan tersediaan pupuk bagi para petani lokal mungkin saja kadang ada pihakprodusen yang belum bisa memenuhi pupuk sesuai waktu yang di tentukan.

    “Belum lama ini saya dan sejumlah instansi terkait jga sempatkan melakukanrapat dengan beberapa produsen pupuk. Saat di tanyakan kenpa petani masih kesulitan dalam mendapatkan pupuk, pihak produsen mengaku pupuk yang diperlukan masih dalam perjalanan menuju kalbar makanya blum bisa di salurkan maksimal sesuai dengan permintaan para petani,ujarnya (Senin,21/7/14) saat di ditemui di ruang kerjanya.

    Sahrul mengatakan, selain keterlambaran pengiriman pupuk kita juga masih terbatasnya anggaran untuk pengadaan pupuk juga masih menjadi sebuah persoalan. Misalnya di perlukan 2.400 ton pupuk dalam satu tahun, namun terkadang yang di anggarkan dan di setujui sekitar 30 sampai 35 persen.

    Secara bertahap kedepan pihaknya akan melakukanOptimalisasi pengadaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Kubu Raya dalah satu pioritas pembangunan di Kabupaten Kubu Raya yaitu produktifitas sektor pertanian, kita juga terus perupaya memaksimalkan fasilitas pemberian bantuan bagi petani termasuk dalam pengadaan pupuk, ungkapnya.
(MC.Kubu Raya/Ydi)

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kubu Raya Tertinggi se-Kalimantan Barat

Kubu Raya Gubernur kalimantan Barat Cornelis mengatakan, "Pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemda Kubu Raya beserta seluruh masyarakat saya nilai sudah cukup berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, dimana tahun 2011 mencapai 6,51 persen dan meningkat menjadi 6,69 persen di tahun 2012,"(Kamis,17/7/14).

    "Demikian juga dengan indeks pembangunan manusia Kubu Raya juga mengalami peningkatan dari 68,06 poin pada tahun 2011, menjadi 68,86 poin pada tahun 2012. Di samping itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 6,67 persen tahun 2011 menjadi 6,27 persen tahun 2012 yang mengindikasikan penduduk miskin semakin berkurang," ujarnya.

      Laju pertumbuhan ekonomi Kubu Raya tersebut merupakan yang tertinggi diantara kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Tentunya keberhasilan tersebut diperoleh berkat kerja keras, kesungguhan, komitmen dan kebersamaan dari Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Kubu Raya.

      keberhasilan pemerintah Kubu Raya mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6,69 persen dan menekan angka kemiskinan menjadi 6,27 persen patut untuk diberikan apresiasi. Namun dibalik keberhasilan tersebut, tentu juga terdapat tantangan yang harus diatasi.

     "Tantangan tersebut antara lain, tingkat pengangguran terbuka tahun 2013 yang masih tinggi, yakni mencapai 9,26 persen dan merupakan yang tertinggi di Kalbar. Selain itu masih tingginya penduduk berumur 10 tahun ke atas yang buta huruf, yakni mencapai 9,47 persen," kata Gubernur

Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjutnya, Pemerintah Kubu Raya beserta seluruh masyarakat perlu menanamkan tekad agar masa yang akan datang, Kubu Raya akan menjadi lebih baik, lebih maju, lebih unggul dari kabupaten kota lainnya di Kalbar, bahkan menjadi yang terbaik dan terdepan di Indonesia," kata Cornelis. (MC.Kubu Raya/Ydi)

Kabupaten Kubu Raya Akan Mewajibkan Memakai Baju Khas Kubu Raya

Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengeluarkan SK Bupati untuk penggunakan batik khas di jajaran SKPD dan masyarakat luas.

    Bupati Kubu Raya, Rusman Ali berkata “motif batik sebelumnya sudah di launching. Bahkan sebagian PNS di Kubu Raya Sudah ada yang menggunakannya. Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengeluarkan Batik khas Daerah Kubu Raya.(Sabtu,19/07/14)

    Scara otomatis setelah SK penggunaan batik dikeluarkan semua pegawai negeri sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan di wajibkan menggunakan batik khas daerah dari hari kamis dan jum’at.

    Diharapkan bisa menambah semangat kerja dengan adanya aturan wajib memakai batik,  selain itu pemerintah Kabupten Kubu Raya juga akan menerapkan pengguanan batik khas untuk pelajar di Daerah Kabupaten Kubu Raya.

    “Harapan kita ini bisa menjadi Perubahan baru di ruang lingkup pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Karena selama ini kita bisa lihat pegawai Kamis hingga jum’at memakai seragam yang tidak sama, jadi kelihatan tidak kompak, Ujarnya.

    Bukan hanya di jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan pelajar nanti akan menggunakan batik khas Kabupaten Kubu Raya, tetapi semua pegawai BUMN yang ada di Kubu Raya juga akan kita imbau untuk turut menggenakan pada hari-hari tertentu saat.

    “Kebijakan seragam batik khas Kubu Raya ini menjadi seragam wajib bagu PNS juga sebagai salah satu betuk promosi kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Kubu Raya. Ujarnya
(MC.Kubu Raya/Ydi)

Pembangunan Gedung DPRD di Pangkas Rp.16 Miliar

KUBU RAYA - Pemangkasan anggaran untuk menjaga defisit APBD Kubu Raya 2014 agar tidak melampaui batas maksimal masih dipersoalkan sejumlah pihak di parlemen yang berakibatkan hilangnya sejumlah proyek-proyek pekerjaan pembangunan yang telah dianggarkan di APBD Tahun Anggaran 2014.

      Pemangkasan itu juga berlaku terhadap anggaran yang ada di jajaran DPRD Kubu Raya selaku lembaga yang telah mensahkan APBD tersebut dan anggaran yang dipangkas di DPRD Kubu Raya sebesar Rp6 miliar, kebijakan ini membuat kalangan anggota DPRD Kubu Raya tampaknya tidak terima.

       “Defisit anggaran itu sangat mengejutkan sekali, imbasnya dilakukan pemangkasan SKPD, termasuk anggaran Dewan yang dipangkas hingga Rp6 miliar,” kata anggota Fraksi PPP DPRD Kubu Raya, Subandi Dolet.(Senin 14/7/2014)

       Ia menegaskan, jika pemangkasan tersebut mempengaruhi kinerja lembaga DPRD, pihaknya sangat tidak setuju, terkecuali pemangkasan yang dilakukan tidak mempengaruhi kinerja DPRD, ujar Subandi.

       Pada periode 2014-2019 sebagian besar lembaga wakil rakyat ini akan diduduki wajah-wajah baru, artinya masih sangat membutuhkan bimbingan teknis, pelatihan-pelatihan, perjalanan kerja yang bersinggungan langsung atas kinerja lembaga ke depan. Pemangkasan tersebut mau tidak mau harus dilakukan, Subandi menyarankan agar pemangkasan anggaran sekitar Rp6 miliar itu dipotong dari dana yang dianggarkan untuk pembangunan gedung DPRD Kubu Raya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Pemkab Kubu Raya Kebagian 113 Formasi CPNS 2014

KUBU RAYA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) telah menetapkan jatah formasi CPNS/Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2014. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya kebagian jatah 113 formasi.

      Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kubu Raya, Kusyadi mengatakan dari 113 formasi CPNS tahun ini akan diisi untuk jenis jabatan meliputi tenaga kesehatan, tenaga pendidikan dan tenaga teknis.(Senin,14/7/2014)

      Untuk proses pendaftaran nantinya akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan pola baru. Penerimaan CPNS tahun ini akan menggunakan sistem Computer Assited Test (CAT) menggunakan sistem berbasis komputer. Sedangkan terkait petunjuk teknis penerimaan CPNS hingga kini belum turun dari pusat, kita masih menunggu perekembangannya, kata Kusyadi.

       Kata dia akan ada pertemuan bersama Pemerintahan Provinsi Kalbar detail bagaimana teknis perekrutan CPNS tahun ini, untuk sementara ini dari MenPAN-RB baru memberikan informasi terkait jumlah formasi CPNS 2014, beber kusyadi.

       Kusyadi menambahkan persyaratan pelamar 2014 ini akan dipermudah. “Kelengkapan sperti kartu kuning dan kartu kesehatan nanti akan diuruskan setelah dinyatakan lulus, maka tidak akan terlalu membebankan para pelamar,” kata dia.

       Untuk diketahui, persyaratan pendaftaran seleksi CPNS 2014 jauh berbeda dengan sebelumnya, tahun ini para pelamar dipermudah dengan hilangnya beberapa persyaratan administrasi seperti SKCK, SKS, dan Kartu kuning.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Stok Kebutuhan Masyarakat Aman Hingga Lebaran

KUBU RAYA - Asisten II Bidang Ekonomi dan kesejahteraan Sosial Pemkab Kubu Raya, Odang Prasetyo memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat aman dibulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1435 H tahun 2014 ini.

      “Beberapa waktu yang lalu, Pemkab telah melakukan rapat koordianasi dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) bersama SKPD berkait untuk memastikan dan membantu ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat di Kubu Raya,” kata Odang.(Senin,14/7/2014)

       Pemkab, kata dia juga menggelar pasar murah di 9 kecamatan. Langkah pemerintahan daerah sebagai upaya mengontrol harga dan mengurangi beban masyarakat ini sudah dilakukan sejak 11 Juli, dan akan berlangsung hingga 22 Juli mendatang.

       “Harapan kita, melalui pasar murah dan bazar ini bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masing-masing di bulan suci Ramadhan dan lebaran, ia juga menghimbau masyarakat agar lebih teliti dalam membeli berbagai produk terutama makanan dan minuman kaleng. Karena kata Odang tidak menutup kemungkinan masih ada pedagang nakal yang menjual barang kadaluarsa, ujar Odang.(MC. Kubu Raya/Wulan)

30 sampai 40 Mesjid Membutuhkan Perbaikan

KUBU RAYA - Sebanyak 40 Masjid yang tersebar di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dalam kondisi buruk dan butuh perbaikan. Demikian dikatakan Camat Sungai Ambawang, M. Jaini.
 
     “Jumlah masjid di Ambawang dalam kondisi buruk itu sekitar 30 hingga 40 masjid. Jumlah itu pun tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Ambawang,” terang Jaini.

      Sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk dilakukan perbaikan.  Selama ini masyarakat setempat yang secara swadaya melakukan perbaikan masjid, jadi belum ada campur tangan Pemkab Kubu Raya, terangnya.

     Untuk itu masyarakat Sungai Ambawang sangat berharap pemerintah daerah dapat membantu  dalam proses perampungan pembangunan masjid yang ada di Sungai Ambawang. Sebab rumah ibadah ini sudah sangat dibutuhkan sekali, apalagi ini sudah mendekati Idul Fitri.
      Memang, ia mengakui sebelumnya pernah ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah ibadah. “ Dananya pun tidak juga cukup besar, tetapi kami berterimakasih sekali atas bantuan yang diberikan itu, ucapnya.

      Ia menambahkan masyarakat Sungai Ambawang juga mengharapkan di beberapa desa dibangun juga infrastruktur yang memadai. Sehingga akses transportasi dari desa ke desa dapat dengan mudah dilalui. “Jadi tidak hanya perbaiakan masjid yang minim perhatian, tapi juga infrastruktur juga minim,” tuturnya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

DPRD Minta Disperindag Kubu Raya Segera Oprasi pasar

KUBU RAYA - Anggota Komisi B DPRD Kubu Raya, Heni Maryati meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat untuk segera melakukan operasi pasar di Kubu Raya menjelang hari raya Idul Fitri. Mengingat semakin hari harga kebutuhan bahan pokok merangkak naik.
        “Disperindag harus tanggap dengan kondisi pasar menjelang lebaran ini. Jangan diam, lakukan segera operasi pasar untuk mengontrol harga sembako dipasaran, dan pengawasan tolong dilakukan secara intens,” ujar Heni.

        Menurut dia, operasi pasar sangat membantu masyarakat yang akan membeli kebutuhan pokok untuk lebaran, masyarakat jangan dibebankan dengan harga sembako yang tinggi di bulan suci Ramadhan  ini. Apalagi mau mendekati lebaran, jelas banyak yang menjadi kebutuhan masyarakat, momen kali ini bertepatan dengan hari libur sekolah, makanya kebutuhan yang akan dibeli, ucapnya.

        Ia memahami kenaikan harga sembako di pasaran, ditambah lagi cuaca buruk membuat stok tidak ada di pasaran. Kendati demikian bukan berarti pemerintah selaku pihak yang bertanggungjawab lantas lepas tangan begitu saja. Sudah menjadi  kewajiban pemerintah daerah untuk melakukan kontrol. “Kita berharap dengan operasi pasar dapat menekan harga sembako, sehingga masyarakat puntenang merayakan lebaran nanti,” ucapnya.(MC. Kubu Raya/Wulan)

Pintu Air Jebol, Petani Juga Kesulitan Mendapatkan Pupuk


Kubu Raya – Ketua Gapoktan Mukti mengatakan Para petetani di Kabupaten Kubu Raya kesulitan mendapatkan pasokan pupuk dari pemerintah, Apalagi disaat menjelang musim tanam,Sabtu(13/7/14)

     “ini yang membuat kami heran. Kenapa dalam waktu sebulan terakhir ini pupuk tidak ada. Pemerintah tidak ada mendistribusikan pupuk kepada petani”,ungkapnya.

     Kesulitan memperoleh pupuk juga diperparah dengan kondisi pintu air yang mengalami kerusakan, akibatnya lahan petani menjadi rusak.pertumbuhan padi yang di tanam terhambat hingga 4,5 bulan dari normalnya 3 bulan. Bahkab besar kemungkinan hasil pertanian hanya sekita 500 Kg per hektar yang bisa di panen.

    “Jika kerusakan pintu air dibiarkan berlarut-larut  atau tidak di perbaiki, maka tidak menutup kemungkinan petani akan mengalami gagal panen, Yang di khawatirkan petani gagal panen sekitar 900 hektar yang di tanami”,ujarnya.

     Di Parit Keladi Dusun Cendrawasih Desa Sungai Kakap ini memiliki beberapa pintu air namun diantaranya mengalami kerusakan. Pertama terletak di Parit Keramat dengan jumlah pintu tiga daun dan di patok Nol berjumlah enam daun. Kedua pintu air walaupun ditutup airnya tetap mengalir, di Patok Nol lebih parah lagi yaitu tiang penyangganya hampir roboh.

    “kami telah melaporkan kerusakan pintu air ke Dinas PU dengan bukti-bukti kerusakan tapi sampai sekarang belumada tanggapan. Terpaksa warga coba memperbaiki secara swadaya di bagian sayapnya supaya air tidak masuk akan tetapi masih juga belum berhasil”, Kata ketua RT 05 RW 14 Dusun Cendrawasih, Mustofa.

     Mustofa Mengatakan pinti air ini merupakan kunci kehidupan masyarakat setempat. Sehingga wajar saja petani khawatir ditambah lagi di waktu bersamaanmemasuki musim gadu namun juga musim kemarau. Air asin tidak dapat dihindarkan masuk jika pintu air masih jebol. (MC.Kubu Raya/Yudhi)

Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Melakukan Pengawasan kepada Pedagang Menjelang Lebaran

Kubu Raya – Menjelang Lebaran Dinas kesehatan Kabupaten Kubu Raya melakukan pengawasan pengelolaan daging sapi, di bulan ramadan daging sapi terus meningkat sampai menjelang lebaran.

     Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Dr. Berly GS, M.PPM menyatakan “seperti biasa menjelang lebaran telah dilakukan pengawasan oleh Dispering maupun Balai POM, Karena Itu selalu berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait terhadap perkembangan-perkembangan baik itu pengelolaan maupun peredaran yang ada”,ungkapnya, Minggu(13/7/14).

     Khusus di kabupaten Kubu Raya pengelolaan daging sapi dan bahan-bahan lainnya yang telah kita lakukan pengawasan untuk menghindari penyakit-ppenyakit yang sangat membahayakan konsumen ketika di konsumsi.

     “Ketelitian dalam membeli daging ayam atau sapi harus di perhatikan, karena kondisi daging dengan keadaan yang sudah lama akan terliha jelas dari segi warna maupun kekenyalan daging sangat berbeda” ujarnya.

      Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya juga menghimbau kepada masyarakat agar meneliti terlibih dahulu masa expired (kadaluasa) sebelum membeli bahan-bahan olahan yang beredar supermarket seperti ikan kaleng, daging olahan maupun yang lainnya. (MC.Kubu Raya/Yudhi)

Bupati dan Ketua DPRD Memantau Proses Pencoblosan

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat Rusman Ali melakukan pemantauan langsung proses pemilihan presiden dan wakil presiden dan wakil presiden di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Sungai Ambawang.
     “Dalam pilpres kali ini, kita ingin memastikan langsung kelancaran dalam pelaksanaanya. Makanya kita membentuk tim dan membaginya pada berapa TPS di sejumlah kecamatan yang ada di Kubu Raya, dan saya sendiri memantau di Kecamatan Sungai Ambawang.
     Dia menyatakan, sebelum memantau pelaksanaan pencoblosan pilpres tersebut, dirinya sudah melakukan pencoblosan bersama istri dan anak-anaknya di TPS 13, kelurahan sungai Bangkong, Kota Pontianak.
     Rusman Ali menyatakan, kegiatan pemantauan tersebut bertujuan untuk melihat kenetralan petugas, agar tidak ada kecurangan dari oknum petugas di TPS. “Seluruh petugas menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga jalannya pemilihan berjalan lancar dan tertib,” katanya.
     Di tempat terpisah, ketua DPRD Kubu Raya, Sujiwo secara langsung juga turun ke beberapa TPS untuk memastikan kelancaran proses pilpres. Pemantauan dilakukan di jalan Wonodadi I,  Kecamatan Sungai Raya dan Desa Kuala Dua.
     Sujiwo menilai sejauh ini kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya cukup baik dan tidak ada masalah karena lebih mudah dibanding ketika Pileg beberapa waktu lalu. Dia menghimbau, seluruh masyarakat siapapun yang nantinya yang akan terpilih untuk dihormati dan yang kalah kita hargai dan kita harus segera menyatu karena persatuan dan kesatuan merupakan hal yang harus dijunjung di atas segalanya,” katanya. (MC. Kubu Raya/Wulan)

Bupati Kubu Raya Berharap Partisipasi Pemilihan Mencapai 70 sampai 80 Persen

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Rusman Ali, menyempatkan dirinya secara langsung proses pemungutan suara di (TPS) di Kubu Raya, Rabu (9/7). Rusman Ali menyatakan pihaknya melakukan langusng di lapangan dengan tujuan untuk memastikan berlangsungnya pemilihan presiden di Kubu Raya berjalan dengan lancar dan aman.

     Dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu di Kabupaten Kubu Raya ini berharap agar semua masyarakat di Kubu Raya bisa secara maksimal menggunakan hak suaranya. “Saya rasa rugi jika tidak menggunakan hak pilih, karena satu suara menentukan nasib bangsa kedepannya siapa yang akan menjadi pemimpin bangsa kita kedepan, Ujarnya.

     “saya beserta beberapa tim berbagi tugas untuk turun k lapangan meninjau proses pemungutan suara di lapangan dan syukur alhamdulillah hingga sekarang saya lihat semuanya berjalan aman, tertib, lancar dan terkendali,” ujar Rusman Ali, usai meninjau TPS07, Desa Ambawang Kuala, kecamatan Sungai RayaAmbawang.

     Sebelum berkeliling meninjau pelaksanaan pemungutan surat suara di lapangan. Saya dan keluarga saya telah lebih dulu ikut mencoblos di TPS dekat rumah saya di TPS 05 Sungai peningkatan” Ujar Bupati Kubu Raya (Rusman Ali).

      Saya berharap untuk kali ini partisipasi pemilihan presiden bisa mencapai 70 hingga 80 persen menggunakan hak plihnya. Ketua TPS 07, Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Agus Salim, mengatakan pelaksanaan pemilihan presiden berjalan cukup lancar.
(MC. Kubu Raya/yudhi)

Pemkab Kubu Raya Lanjutkan Pengembangan BenGas Tahun Depan

KUBU RAYA - Pengembangan sampan bermotor berbahan Bahan Bensindan Gas (BenGas) tetap dilanjutkan kepemimpin Rusman Ali-Hermanus. Mengingat karya cipata yang telah diakui pemerintah pusat ini sangat bermanfaat bagi nelayan kecil maupun industri lainnya.
      Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nurmarini mengatakan perahu bermotor BenGas ini diciptakan oleh Amin, warga asal Kabupaten Kubu Raya. “Banyak manfaat bagi nelayan-nelayan kecil maupun industri kecil lainnya seperti pertanian. Untuk tahun depan kita berencana meningkatkan prrogram pembagian BenGas ini kepada nelayan kecil.
     Meski BenGas digunakan dalam skala kecil. Keberadaan BenGas ini sangatlah bermanfaat untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Nelayan dapat menekan biaya yang sebelumnya menggunakan premium ataupun solar untuk menghidupkan mesin perahu mereka, katanya.
      Nurmarini mengakui masih adanya kekurangan dari produk BenGas ini, pastinya produk ini ada kelemahan, itulah yang terus kita lakukan perbaikan-perbaiakan hingga akhirnya menemukan kesempurnaan. Dan pada tahun 2015 produk BenGas asli ciptaan masyarakatKubu Raya dapat bermanfaat bagi masyarakat Kubu Raya, harapnya.
      Sosialisasi tata cara penggunaan yang benar, termasuk perawatan BenGas ini masih perlu ditingkatkan, sosialisasi tersebut nanti akan kita gencarkan, sehingga masyarakat benar-benar paham cara merawat hingga mengoperasikan BenGas itu, ujar Nurmarini. (MC. Kubu Raya/Wulan)

Adanaya Mini Market Dihawatirkan akan Matikan Pedagang Kecil

KUBU RAYA - Mulai mini market di Kabupaten Kubu Raya berimbas pada menurunnya pendapatan sejumlah pedagang kecil dan membuat pasar tradisional terancam gulung tikar. Pemkab Kubu Raya memang tidak dapat melarang, namun untuk mengatur keberadaannya tentu punya wewenang.
      Salah satu pedagang kecil mengeluhkan kehadiran minimarket seperti Alfamart. Ia khawatir berdampak pada menurunnya pendapatan. “Baru-baru ini ada minimarket dibuka di beberapa titik di Kubu Raya, dikhawatirkan akan mematikan usaha-usaha kecil, ucapnya.
       Menurutnya, Pemkab seharusnya mengatur tata letak dan juga jumlah mini market yang harus masuk di Kubu Raya. Misalkan, mengatur sesuai jumlah penduduk dalam satu kawasan atau tidak bersebelahan dengan pasar tradisional dan pedagang kecil, berharap pemerintah daerah mengatur keberdaan minimarket ini. Setidaknya harga di minimarket harus lebih tinggi dari harga yang dijual pedagang kecil, ujarnya.
       Dikonfirmasi, Bupati Rusman Ali mengatakan keberadaan minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret yang baru dibuka di kawasan Kubu Raya saat ini sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan harga barang.
       Kehadiran mini market ini akan menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat “Ketika ada kelangkaan barang, minimarket yang ada seperti Alfamart dan Indomaret pastinya akan tetap menjual sesuai dengan harga yang biasa, karena minimarket juga tidak akan bisa menaikkan harga jika ada kelangkaan barang, ujar Rusman Ali. (MC. Kubu Raya/Wulan)